Koordinator SPPG Kabupaten Rejang Lebong, Anastasia Intan, menjelaskan sebagian dapur MBG sudah kembali melayani sekolah-sekolah yang menjadi wilayah binaannya. Sementara itu, beberapa dapur lainnya masih menghentikan sementara aktivitas produksi karena sedang menyelesaikan perbaikan sarana operasional.
"Sudah ada beberapa SPPG yang kembali beroperasi normal. Namun, masih ada beberapa yang sedang melakukan perbaikan fasilitas dan ditargetkan kembali melayani pada 20 Juli 2026," kata Anastasia, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, pembenahan dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap standar operasional yang ditetapkan pemerintah dalam penyelenggaraan Program MBG. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian ialah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), selain sejumlah sarana pendukung lainnya yang wajib dipenuhi.
Selama proses tersebut berlangsung, dapur yang masih dalam tahap perbaikan tidak diperbolehkan memproduksi maupun mendistribusikan makanan bergizi kepada siswa.
"Sehingga dapur-dapur itu direncanakan akan kembali beroperasi pada 20 Juli nanti," ujarnya.
Anastasia mengatakan, pelaksanaan Program MBG kini juga mengikuti regulasi terbaru dari pemerintah pusat yang menerapkan mekanisme no service no pay. Dengan aturan itu, pembayaran hanya diberikan kepada SPPG yang benar-benar memberikan pelayanan sesuai ketentuan.
"Sesuai aturan yang baru, apabila SPPG tidak beroperasi maka tidak ada uang negara yang dikeluarkan. Prinsipnya adalah no service no pay," tegasnya.
Meski belum seluruhnya aktif, dapur SPPG yang telah memenuhi persyaratan operasional kini kembali menyalurkan makanan bergizi kepada para siswa penerima manfaat di sekolah masing-masing. Penyaluran dilakukan secara bertahap setelah sempat terhenti selama masa libur sekolah.
Pihak SPPG optimistis seluruh dapur yang saat ini masih menjalani perbaikan dapat kembali beroperasi sesuai target pada 20 Juli mendatang. Dengan demikian, pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Rejang Lebong diharapkan kembali berjalan optimal dan seluruh siswa penerima manfaat dapat memperoleh layanan secara merata.

0 Komentar