Ticker

6/recent/ticker-posts

Advertisement

Destiansyah: Pengadaan Mobnas Dimasa Pandemi Kurang Tepat

Wakil Ketua Komisi III DPRD RL, Destiansyah
Bens Indonesia, Rejang Lebong - Wacana pembelian dua unit mobil dinas yang diperuntukkan sebagai kendaraan operasional bagi tamu Pemkab Rejang Lebong, belakangan mendapat komentar dari salah seorang politisi dari Partai berlambang banteng.

Destiansyah yang merupakan Kader PDI Perjuangan dan aktif di DPRD Rejang Lebong sebagai Wakil Ketua Komisi III, dan juga Anggota Banggar itu menilai, langkah Pemerintah Daerah untuk membeli mobil dinas baru dimasa pandemi kurang tepat.

Baca juga >>> Ditengah Pandemi, Kepala Daerah di RL Bakal Punya Mobil Dinas Baru

"Kita kaget, tentang wacana pembelian mobnas baru dimasa pandemi ini. Urgensinya apa? Kalaulah memang pengadaan mobil dinas baru dianggap penting sehingga dilakukan pergeseran anggaran, seharusnya TAPD sampaikanlah dengan DPR terkait rencana tersebut. Kami semua kaget dengan rencana pembelian mobnas tersebut," ujar Destiansyah.

Menurutnya, dibandingkan Pemerintah Daerah mewacanakan pembelian mobil dinas baru. Masih banyak item pelayanan dasar lain yang jauh lebih penting untuk diselesaikan. 

"Masih banyak pelayanan dasar yang belum terpenuhi, salah satunya infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan yang masih butuh penanganan khusus dan mendesak," imbuhnya.

Seperti halnya infrastruktur jalan di wilayah Lembak yang masih butuh perbaikan. Honorarium tenaga kependidikan, serta alokasi anggaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang lebih penting untuk dicarikan solusinya.

Baca juga >>> 47 Ribu Warga Rejang Lebong Terancam Tak Lagi Dapat Berobat Gratis

"Kalau bicara urgensi, ya anggaran Jamkesda 8 bulan itu lebih penting, karena menyangkut nasib puluhan ribu warga Rejang Lebong untuk mendapatkan jaminan kesehatan gratis. Honorarium THL/TKS guru itu penting, ditambah lagi insfrastruktur jalan yang hampir putus disana itu. Dibandingkan ganti mobil baru yang kurang tepatlah. Karena saat pandemi ini, saya rasa tamu yang bakal datang juga terbatas dibanding biasanya. Tidak perlulah pembelian mobil dinas baru," sambung Destiansyah.

Ia juga mengungkapkan, Senin (26/4) pagi, Banggar melakukan hearing dengan Bagian Umum Setdakab Rejang Lebong, BPKAD, Bagian Hukum Setdakab RL, terkait wacana pembelian mobil dinas baru tersebut.

"Tadi pagi kita hearing. Hasilnya, kami meminta untuk rencana pembelian mobil dinas baru dibatalkan," pungkas Destiansyah. [BN1]

Posting Komentar

0 Komentar