Ticker

6/recent/ticker-posts

Advertisement

Belanja di Pondok Ayam Bakar Madu ST 73 Via Maxim, Pesanan Tak Sesuai, Beda Harga di Aplikasi, Hingga Komplain Tak Direspon

Bens Indonesia, Palembang - Salah seorang pengguna jasa makanan pesan antar bernama Benny (32) di Palembang, mengeluhkan platform Maxim hingga penjual makanan (Pondok Ayam Bakar Madu ST 73).

"Karena saya sudah beberapa hari disini selalu menggunakan aplikasi maxim untuk ke mana-mana. Jadi saya coba pesan makan malam di aplikasi Maxim. Dan ketemu lah Pondok Ayam Bakar Madu ST 73 yang dirasa menawarkan menu yang menarik," tutur Benny. 

Pasalnya, pada Kamis (21/12/2023) petang, Benny yang menginap di Penginapan MM Maskarebet melakukan pemesanan makanan secara online via aplikasi Maxim, dengan pihak penjual makanan yaitu Pondok Ayam Bakar Madu ST 73.

Pesanan tersebut di aplikasi Maxim berupa satu porsi nasi sambal pete udang Rp.16.000, dua porsi nasi pindang patin Rp.32.000, satu porsi nasi ayam sambal Rp.15.000, satu porsi nasi sambal cumi pete Rp.16.000, satu porsi tahu crespy balado Rp.15.000, satu es serut belli strawbeery Rp.10.000, satu es serut jelli cappucino Rp.10.000, satu es serut jelli melon Rp.10.000, dan satu es serut jelli coklat Rp.10.000, dengan total pesanan Rp.134.000 ditambah platform fee Rp.1.000 dan delivery fee Rp.6.000, menjadi Rp.141.000.

Cek daftar pesanan disini ---- https://idmarket.taximaxim.com/receipt/58f3281d-4d2d-4b60-b769-02c1f6d498f7

Setelah pemesanan dilakukan, kurir yang menerima pesanan atas nama Depin Al Palah, motor warna biru terang, nopol BG 1205 NAU, mengkonfirmasi bahwa untuk pesanan jenis nasi pindang patin tidak sesuai dengan harga di aplikasi, yang seharusnya Rp.16.000 justru menjadi Rp.20.000/porsi tanpa nasi dan Rp.25.000/porsi dengan nasi. 

"Saya langsung jawab, tidak apa-apa jika harganya berbeda, tetap pesan sesuai pesanan di aplikasi, nanti kekurangan harga di aplikasi saya tambah," terang Benny. 

Ketika pesanan tiba diantarkan oleh kurir tersebut, harga yang harus dibayar berjumlah Rp.151.000, atau terjadi penambahan sebesar Rp.10.000 dari harga semula, dikarenakan harga nasi pindang patin berbeda dari harga di aplikasi. 

"Saya bayar Rp.151.000. Karena penambahan harga di nasi pindang patin. Tetap saya bayar, karena saya meminta pesanan sesuai yang di aplikasi," jelasnya. 

Ketika makanan dibuka, saya terkejut karena pesanan tidak sesuai dengan apa yang saya pesan. Makanan yang saya terima yaitu, 4 porsi nasi ayam geprek, satu porsi nasi pindang, dan 4 jenis es jelli serut. 

"Nasi sambal udang pete, nasi sambal cumi pete, nasi ayam sambal, dan tahu crespy balado diganti nasi ayam geprek, nasi pindang patin kurang satu porsi. Saya langsung menyampaikan komplain di aplikasi, dan komplain ke penjual via aplikasi maxim, tapi tidak mendapatkan respon. Saya sangat kecewa dengan pihak penjual. Jika menu tidak ada, sampaikan terlebih dahulu, jangan asal ganti pesanan. Cek dulu sebelum mengirimkan pesanan. Dan bisa jadi, kurir yang salah dalam melakukan pemesanan ke penjual. Untuk seluruh pengguna maxim, agar lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi ini dan melakukan pemesanan," pungkasnya. [BN1]

Posting Komentar

0 Komentar