Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, drg. Asep Setia Budiman, melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M), Titin Julita, SKM., mengatakan berdasarkan hasil pemantauan dan laporan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, kondisi penyebaran kedua penyakit tersebut masih terkendali.
"Sejak Januari hingga Juni 2026, kami tidak menemukan adanya suspek maupun kasus baru DBD dan malaria di Kabupaten Rejang Lebong. Kondisi ini menunjukkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang dilakukan selama ini berjalan cukup baik," ujar Titin.
Meski demikian, Titin menjelaskan selama semester pertama tahun ini masih tercatat masing-masing tiga kasus DBD dan malaria. Namun, kasus malaria yang ditemukan bukan merupakan penularan lokal, melainkan kasus impor yang dibawa oleh pasien setelah melakukan perjalanan dari luar daerah. Ia juga menuturkan, dibanding tahun sebelumnya untuk tahun ini angka DBD dan Malaria cukup menurun drastis.
"Untuk DBD tercatat hanya tiga kasus. Sedangkan malaria juga tiga kasus, tetapi seluruhnya merupakan kasus impor dari luar kota sehingga tidak berasal dari penularan di Rejang Lebong," jelasnya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah preventif yang terus dilakukan Dinas Kesehatan bersama puskesmas, pemerintah desa, hingga masyarakat melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemantauan lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Meski angka kasus tergolong rendah, masyarakat diminta tidak lengah. Memasuki musim dengan curah hujan yang masih fluktuatif, potensi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab DBD maupun risiko masuknya kasus malaria dari luar daerah tetap perlu diwaspadai.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan, rutin menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, terapkan pola hidup bersih dan sehat agar daya tahan tubuh tetap terjaga," katanya.
Titin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal yang mengarah pada DBD maupun malaria. Apabila mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, mual, atau muncul tanda-tanda lain yang mengarah pada kedua penyakit tersebut, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Jangan menunggu kondisi semakin parah. Jika muncul gejala yang mengarah ke DBD ataupun malaria, segera datang ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin. Penanganan yang cepat akan memperbesar peluang kesembuhan dan mencegah komplikasi," tegasnya.
Dinas Kesehatan Rejang Lebong memastikan akan terus memperkuat sistem surveilans penyakit menular serta melakukan pemantauan secara berkala di seluruh wilayah sebagai langkah antisipasi agar Kabupaten Rejang Lebong tetap terbebas dari lonjakan kasus DBD maupun malaria sepanjang tahun 2026.

0 Komentar