Rapat ini dilakukan dalam upaya sinkronisasi program, serta pemantapan ide yang dilahirkan dari Bupati Muratara, H Devi Suhartoni, yang berharap adanya peluang kerja ke Jepang bagi Putra/Putri yang ada di Kabupaten Muratara.
"Tadi kita rapat sinkronisasi bersama pihak perusahaan, sesuai arahan bapak Bupati. Beliau berharap, pihak perusahaan dapat mendukung setidak-tidaknya bagi 30 putra-putri Muratara per tahun untuk dapat bekerja ke Jepang, tentunya dengan dukungan dari alokasi dana CSR," jelas Kadis Nakertrans Muratara, Aan Andrian, S.Stp., didampingi Kabid Penempatan Tenaga kerja (Penta), Agusman.
Sambung Aan, hari ini (29/7) merupakan rapat pertama pembahasan mengenai program peluang kerja ke Jepang.
"Ini merupakan rapat awal. Mudah-mudahan secepatnya kita matangkan program, serta konsolidasi lanjutan terkait kebutuhan pendanaan. Karena, untuk pelatihan bahasa Jepang, pelatihan softskill, serta administrasi lainnya butuh biaya yang tidak sedikit," Imbuhnya.
Regulasi dan mekanisme penentuan apakah Pemkab Muratara melalui Disnakertrans yang mencari calon pekerja ke Jepang, atau pihak perusahaan yang mencarikan calon pekerja diluar pekerja di internal perusahaan untuk bekerja ke Jepang, saat ini tengah dalam pembahasan pihaknya.
"Tentunya calon-calon pekerja ini nantinya, akan didata melalui wadah Muratara Training Center (MTC), kemudian di latih. Selanjutnya, proses pelatihan lanjutan akan dilaksanakan di LPK Hanaira di Medan, baik pelatihan softskill, bahasa, peminatan, serta penempatan ke 38 perusahaan yang telah bermitra dengan LPK Hanaira. Semua pembiayaan ini yang kita harapkan bisa ditanggung oleh perusahaan," harapnya.
Ide ini lahir atas buah keresahan terhadap jumlah pencari kerja yang terus meningkat setiap tahunnya. Sementara peluang kerja yang tersedia sangat minim, itupun bergaji rendah, dan klasifikasi pekerja kasar.
"Sebagian besar perusahaan yang hadir rapat tadi sangat tertarik dan siap mendukung. Namun ada juga tadi yang tidak sepakat. Beliau mengatakan, jika mendukung melalui dana CSR untuk bekerja ke Jepang bagi Putra-putri Muratara, lantas perusahaan dapat untung apa?. Bukankah sejatinya dana CSR ini wajib dikeluarkan setiap perusahaan sebagai bentuk tanggungjawab sosial kepada masyarakat, khususnya di lingkungan perusahaan. Bukan berarti dana CSR harus berbicara untung bagi perusahaan, tapi harusnya berbicara manfaat bagi daerah khususnya masyarakat Kabupaten Muratara," sambung AaAa
Salah seorang perwakilan perusahaan yang hadir saat rapat mengatakan, pada dasarnya pihak perusahaan mendukung program kerja bagi Putra/Putri Muratara untuk bekerja ke Jepang."Kami mewakili perusahaan, pada dasarnya kami sepakat dan mendukung program ini. Namun, jika dana keluar dibebankan sama, bagi perusahaan tidak berat, tapi bagi kami kontraktor agak berat. Solusinya, kami merekomendasikan untuk berkoordinasi melalui pemegang IUP, lalu pemegang IUP yang berkoordinasi dengan vendor atau kontraktor terkait pendanaan yang akan dikeluarkan dan disepakati, karena kegiatan tersebut masuk dalam kegiatan CSR," terang salah satu perwakilan perusahaan.
Kadis Nakertrans, Aan Andrian, S.STP., optimis program ini akan mulai berjalan di tahun 2027 mendatang. "Kita masih ada rapat lanjutan. Nantinya akan sesegera mungkin kami matangkan program ini. Mudah-mudahan, tahun 2027 sudah bisa mengirim Putra-putri Muratara untuk bekerja ke Jepang," tutupnya. [BN1]


0 Komentar