Ticker

6/recent/ticker-posts

Terindikasi "Mark Up", Tenaga Kebersihan Ngaku Hanya Bergaji Rp1,5 Juta/Bulan, Faktanya....!!!

Bens Indonesia, Muratara - Salah seorang Tenaga Kebersihan di Dinas Pendidikan Muratara mengaku menerima gaji sebesar Rp1,5 juta per bulan, dan nilai ini sudah berlangsung cukup lama sejak ia bekerja sebagai Tenaga Kebersihan di Dinas Pendidikan Muratara. 

"Aku sudah lama bekerja disini. Kalau gajinya Rp1,5 juta per bulan. Disini (Kantor Dinas Pendidikan, red) cuma kami berdua yang jadi Tenaga Kebersihan," tutur salah satu Tenaga Kebersihan yang telah disempurnakan redaksi ke dalam bahasa indonesia dari percakapan berbahasa daerah. 

Meski muncul pengakuan dari salah satu Tenaga Kebersihan di Dinas Pendidikan Muratara yang menerima gaji Rp1,5 juta per bulan. Tetapi, data realisasinya berkata lain dari pengakuan Tenaga Kesehatan tersebut. 

Berdasarkan laporan realisasi keuangan Dinas Pendidikan Musi Rawas Utara, pada Tahun Anggaran 2025 diketahui, Belanja Jasa Tenaga Kebersihan sebesar Rp58.500.000.

Jika dihitung secara matematis, Rp58,5 juta per tahun untuk dua orang Tenaga Kebersihan, maka masing-masing menerima gaji setidak-tidaknya sebesar Rp29.250.000 per tahun, atau Rp2.437.500 per bulan. 

Nyaris menyentuh angka Rp30 juta per tahun untuk gaji seorang Tenaga Kebersihan di Dinas Pendidikan Musi Rawas Utara, jika merujuk pada Laporan realisasi anggaran Dinas Pendidikan Muratara untuk tahun anggaran 2025. 

Mereka (Tenaga Kebersihan, red) yang menjamin kebersihan kantor demi kenyamanan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Muratara dalam bekerja, faktanya hanya menerima total gaji Rp18 juta per tahun per orang. 

Terdapat selisih anggaran realisasi Tenaga Kebersihan di Dinas Pendidikan untuk TA 2025 ini mencapai Rp22,5 juta (Rp58,5 juta - Rp36 juta) yang terindikasi mark up. 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Muratara terkait selisih anggaran gaji Tenaga Kebersihan untuk Tahun Anggaran 2025. [BN1]

Posting Komentar

0 Komentar