Ticker

6/recent/ticker-posts

Reses DPRD Rejang Lebong Dibanjiri Keluhan Warga, Sampah hingga Longsor Jadi Sorotan

Bens Indonesia, Rejang Lebong – Sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Curup, menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong saat menggelar kegiatan reses masa sidang tahun 2026, Senin (15/6).

Sebanyak delapan Anggota DPRD Rejang Lebong dari Daerah Pemilihan (Dapil) I turun langsung menemui masyarakat untuk mendengarkan berbagai keluhan dan usulan pembangunan yang berkembang di lingkungan warga.

Adapun Anggota dewan yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Anton Doriska dari PKB, Guntur Utama Jaya dari Partai Gerindra, Putra Mas Wigoro dari Partai NasDem, Lidya Marlina dari PDI Perjuangan, Firmansyah dari Partai Golkar, Ricky Ahmadi dari PKS, Titin Sumarni dari PAN, serta Ari Wibowo dari Partai Perindo.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Lurah Pasar Baru tersebut turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada para wakil rakyat.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Rejang Lebong, Guntur Utama Jaya, SH., menjelaskan bahwa reses merupakan agenda rutin anggota dewan yang bertujuan menjaring dan menghimpun aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan program pembangunan daerah.

Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan warga dalam pertemuan tersebut akan menjadi catatan penting yang selanjutnya dibawa ke tingkat pembahasan DPRD bersama Pemerintah Daerah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Kecamatan, Kelurahan, dan seluruh masyarakat yang telah hadir. Banyak aspirasi yang berhasil kami tampung dalam kegiatan reses hari ini," ujar Guntur.

Dalam dialog bersama Warga, sejumlah persoalan yang mencuat diantaranya terkait penanganan sampah yang dinilai belum optimal, usulan pembangunan gedung Kantor Lurah yang representatif, keterlambatan pencairan dana desa, hingga kondisi longsor di aliran sungai yang berada di samping Kantor Lurah Pasar Baru.

Guntur menegaskan, seluruh usulan tersebut akan diperjuangkan dan disampaikan dalam forum pembahasan di tingkat kabupaten agar dapat menjadi perhatian Pemerintah Daerah.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah turut berdampak terhadap terbatasnya ruang fiskal daerah, sehingga berpengaruh pada pelaksanaan sejumlah program pembangunan.

"Kami akan membawa seluruh aspirasi ini ke pembahasan selanjutnya. Namun masyarakat juga perlu memahami bahwa kondisi efisiensi anggaran saat ini berpengaruh terhadap kemampuan daerah dalam merealisasikan berbagai usulan pembangunan," pungkasnya.[Fdr]

Posting Komentar

0 Komentar