Ticker

6/recent/ticker-posts

Program Cetak Sawah di Desa Tanjung Gelang Dikeluhkan Warga, Tanpa Pasokan Air dan Dipenuhi Semak Belukar

Bens Indonesia, Rejang Lebong – Program cetak sawah rakyat di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong, menuai kekecewaan dari masyarakat. 

Pasalnya, lahan yang sebelumnya merupakan kebun produktif milik warga, kini tidak dapat difungsikan sebagai sawah karena tidak memiliki sumber pengairan yang memadai. 

Saat ini, sejumlah lahan yang telah dicetak menjadi sawah kini terbengkalai dan ditumbuhi semak belukar. 

Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga yang sebelumnya telah merelakan kebun mereka, demi mendukung Program Ketahanan Pangan Pemerintah.

Salah seorang warga, Mudin, mengaku kecewa karena lahan yang dahulu menghasilkan kini tidak lagi memberikan manfaat ekonomi. Menurutnya, masyarakat telah mengikuti arahan Pemerintah dengan menebang tanaman perkebunan yang masih produktif demi mendukung program cetak sawah.

"Kami berharap program ini bisa meningkatkan penghasilan warga. Namun kenyataannya, sampai sekarang sawah tidak bisa ditanami karena tidak ada air," ujarnya.

Kepala Desa Tanjung Gelang, Sus Budaya, membenarkan bahwa lahan cetak sawah tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal. 

Ia menjelaskan, sebagian besar areal yang dijadikan sawah sebelumnya merupakan kebun milik warga yang ditanami berbagai komoditas unggulan.

"Tanaman seperti kopi, karet, durian, dan tanaman perkebunan lainnya sudah ditebang. Namun setelah menjadi sawah, lahan tersebut belum bisa digunakan karena persoalan pengairan," katanya.

Menurutnya, kendala utama terletak pada posisi lahan yang lebih tinggi dibandingkan sumber air yang tersedia. Kondisi ini menyebabkan air tidak dapat mengalir ke area persawahan sehingga aktivitas bercocok tanam tidak dapat dilakukan.

Pemerintah Desa mengakui, terus menerima keluhan dari Masyarakat yang merasa dirugikan akibat belum berjalannya program tersebut. Warga berharap, Pemerintah terkait segera turun tangan untuk mencari solusi agar lahan yang sudah dicetak tidak menjadi sia-sia.

"Kami berharap ada langkah konkret dari Pemerintah. Jika memang program ini dilanjutkan, maka persoalan irigasi harus segera diselesaikan agar sawah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Suradi Rifa'i, belum berhasil dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut. Demikian pula pihak Kodim 0409/Rejang Lebong yang terlibat dalam pelaksanaan program cetak sawah rakyat di Desa Tanjung Gelang belum memberikan tanggapan secara resmi.

Program cetak sawah rakyat sendiri sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu upaya mendukung swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian daerah. Namun hingga kini, sebagian lahan yang telah disiapkan masih menghadapi berbagai kendala teknis, terutama terkait ketersediaan sumber air.

Masyarakat pun berharap evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap pelaksanaan program tersebut sehingga tujuan awal meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat sektor pertanian dapat benar-benar tercapai. [Fdr]

Posting Komentar

0 Komentar