Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Rejang Lebong, M Andhy Afriyanto, SE., mengatakan seluruh peserta saat ini masih menjalani tahapan pembekalan dan seleksi sebelum nantinya diberangkatkan ke negara tujuan.
Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan calon pekerja benar-benar siap serta memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
“Sekarang mereka masih dalam masa pelatihan di lembaga penyalur resmi. Setelah itu baru ditentukan apakah layak diberangkatkan atau belum,” kata Andhy.
Ia menjelaskan, negara tujuan yang paling banyak diminati pekerja migran asal Rejang Lebong saat ini masih didominasi Jepang dan Malaysia karena peluang kerja di dua negara tersebut dinilai cukup terbuka.
Di sisi lain, Disnakertrans juga meningkatkan pengawasan terhadap maraknya tawaran kerja luar negeri ilegal yang banyak beredar melalui media sosial. Pemerintah khawatir masyarakat mudah tergiur dengan janji penghasilan tinggi tanpa memahami risiko yang dapat terjadi.
Sebagai langkah pencegahan, pihaknya mulai menyosialisasikan perbedaan perekrutan resmi dan ilegal hingga ke tingkat desa. Bahkan, Pemkab Rejang Lebong saat ini tengah menyiapkan surat edaran khusus yang akan diterbitkan langsung oleh Bupati untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas perekrutan pekerja migran.
“Kami ingin masyarakat lebih paham jalur resmi penempatan tenaga kerja ke luar negeri agar tidak menjadi korban penipuan,” ujarnya.
Andhy mengungkapkan, sebelumnya sudah ada beberapa warga Rejang Lebong yang harus dipulangkan dari Kamboja dan Malaysia setelah diketahui bekerja tanpa dokumen resmi. Meski berhasil kembali dengan selamat, kasus tersebut menjadi peringatan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap tawaran kerja instan.
Menurutnya, perekrutan ilegal umumnya dilakukan secara tertutup melalui media sosial maupun komunikasi pribadi dengan menawarkan proses cepat tanpa persyaratan yang jelas.
“Biasanya dijanjikan gaji besar dan keberangkatan cepat. Padahal belum tentu aman dan legal,” jelasnya.
Disnakertrans pun meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan indikasi perekrutan pekerja migran ilegal di lingkungan sekitar. Pemerintah daerah memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan demi mencegah munculnya korban baru. [Fdr]

0 Komentar