Ticker

6/recent/ticker-posts

Sungai Air Duku Kembali Meluap, Puluhan Rumah dan Lahan Sawah di Rejang Lebong Terendam

Bens Indonesia, Rejang Lebong– Luapan Sungai Air Duku kembali terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu pada Sabtu dini hari (23/5/2026). Akibatnya, banjir merendam sejumlah wilayah di Kelurahan Dusun Curup, Kelurahan Jalan Baru, serta Desa Batu Dewa.

Sedikitnya 50 rumah warga terdampak genangan air, selain itu sekitar 4,5 hektare lahan persawahan milik masyarakat turut terendam. Banjir juga sempat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di akses utama Jalan Dr. A.K. Ghani yang lumpuh total akibat luapan air hingga ke badan jalan. Arus lalu lintas pun terpaksa dialihkan sementara waktu.

Kepala Desa Batu Dewa, Putra Jaya, menyampaikan bahwa luapan air mulai terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Ia mengungkapkan bahwa wilayah tersebut memang kerap menjadi langganan banjir setiap kali terjadi hujan deras.

“Setiap hujan dengan intensitas tinggi, air pasti naik. Kondisi ini diperparah dengan semakin padatnya pemukiman warga, sementara kapasitas aliran sungai sangat terbatas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa upaya pengerukan sungai sebelumnya dinilai belum maksimal karena hanya dilakukan di sebagian titik. Sementara di bagian hilir, penyempitan aliran masih terjadi dan menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air.

“Kami sudah beberapa kali mengusulkan normalisasi dan pelebaran sungai agar bisa menekan banjir. Bahkan sudah dibahas dalam Musrenbang kecamatan, rencananya ada pembangunan pelapis aliran sungai. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan realisasinya,” kata Putra.

Menurutnya, jika tidak segera ditangani secara serius, dampak banjir berpotensi meluas hingga ke kawasan Simpang Lebong.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Dandi, mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan setiap kali hujan turun, warga selalu diliputi kekhawatiran akan terjadinya banjir.

“Setiap hujan kami selalu was-was. Pengerukan sungai yang dilakukan sebelumnya juga belum terasa dampaknya. Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini,” ungkapnya.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat yang berharap adanya solusi jangka panjang guna mengantisipasi banjir yang terus berulang setiap tahunnya. [Fdr]

Posting Komentar

0 Komentar